YANG PUNYA UANG ADALAH AYAH BUKAN SAYA
YANG PUNYA UANG ADALAH AYAH BUKAN SAYA
(Jeritan Anak Seorang Guru)
Oleh Syukur Matur, S.Pd
Bulan Nopember merupakan salah satu bulan yang didalamnya ada beberapa momen yang perlu di kenang diantaranya adalah Hari Anak Sedunia dan Hari Guru Nasional. Pada momen Hari Guru Nasional ini hampir diseluruh wilayah kesatuan Republik Indonesia yang berprofesi sebagai guru memperingati dengan berbagai cara sesuai dengan kondisi Pandemi Covid-19. Musibah yang melanda berskala dunia. Di indonesia musibah ini terjadi sekitar bulan Maret 2019. Sehingga semua aktivitas ditiap aspek harus menyesuakan dengan sikon yang ada. Dalam dunia pendidikan harus diberlakukan berbagai cara untuk tetap mencerdaskan anak bangsa yaitu dengan cara BDR (Belajar Dari Rumah), belajar secara online dan lain sebagainya. Sebagai guru harus mengamini kondisi ini di Hari Guru Nasional yang tidak dilaksanakn sebagaiman biasanya.
Berprofesi sebagai seorang guru merupakan salah satu
profesi yang sangat mulia. Karena ketika guru meberikan ilmu untuk para
siswanya maka kemanfaatan ilmu tersebut sampai pada generasi yang tak terhitung.
Ilmu yang diajarkan oleh para guru dari tingkat TK PAUD sampai pada jenjang SMA
sangat berdampak positif bagi para generasi dalam menapaki hidup dan kehidupan
mereka kedepannya. Ketika dikaitkan antara ilmu yang diberikan oleh guru dengan
faktor ekonomi yang dihadapkan oleh guru sangatlah berbanding terbalik. Seperti
sepengggal syair dari lagunya Bang Iwan Fals “Guru itu orang yang jujur
berbakti namun makan hati”.
Seorang guru tidak akan menjadi kaya harta namun
sorang guru hanya memiliki satu kekayaan yaitu ilmu. Jika seorang guru berkeinginan untuk
menjadi kaya harta maka berhentilah untuk menjadi guru dan beralilah profesi
menjadi pengusaha ataupun sejenisnya. Profesi menjadi guru sudah digariskan
untuk belajar sederhana. Karena guru hanya bersumber pada penghasilan bulanan yang
cukup untuk kehidupan keseharian bahkan minus.
Kondisi Ekonomi Seorang Guru
Guru yang sudah berkeluarga harus memaklumi kondisi
ekonomi rumah tangga. Segala tuntutan dalam rumah tangga pasti tidak bisa
terpenuhi dengan penghasilan yang didapatnya dalam sebualan. Antara keinginan dan
kebutuhan harus bisa memenej dengan baik. Jika kenginan mengalahkan kebutuhan
maka yang terjadi adalah “gali lubang tutup lobang”. Sebuah judul lagu yang
dicptakan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama merupakan cerminan kehidupan keseharian
manusia diatas muka bumi ini yang tidak perlu dipungkiri. Dalam pemenuhan
kebutuhan tersebut seorang guru dengan ilmu yang dimiliki harus melatih,
mendidik keluarga terlebih pada anak untuk bisa menjadi jiwa pekerja yang
berilmu. Sebagai seorang guru yang telah mendapat penghasilan tambahan berupa
sertifikasi patut mengapresiasi kepada pihak pemerintah. Sertifikasi merupakan
istilah penghasilan tambahan dari seseorang yang berprofesi sebagai guru sebagai
wujud pengabdiannya terhada bangsa dan negara dalam mencerdaskan anak-anak
bangsa
Jaeritan Sang Anak Menjadi Motivasinya
Jeritan sang anak yang sangat menyayat hati sang ayah yang berprofesi sebagai guru sungguh sangat terpukul. Namun perlu disadari bahwa mendidik anak untuk mandiri merupakan salah satu pelajaran yang berharga bahwa hiduplah diatas kaki sendiri dan jangan selalu bergantung pada orang lain. Kamu anak laki-laki pertama nak, namanya laki-laki harus didik secara laki-laki “kata sang ayah yang adalah seorang guru”
(Judul
Tulisan Sang Maestro dalam sebuah media cetak ternama Kompasian yaitu Ustadz Cahyadi
Takariawan yang biasa disapa Pak Cah)
Masih menjadi kewajiban sorang ayah yang tidak
terlepas dengan profesinya sebagai pendidik harus mengedukasikan anak untuk
memahami kelelakian laki-laki. Anak-anak
laki ketika besar nanti pasti akan menjadi pemimpin, dan itu merupakan kodrat
alam . Sesuai dengan sepenggal ayat dalam Al-Quran bahwa Laki-laki adalah
pemimpin bagi perempuan
Ada sekitar tujuh poin penting
yang menjadi dasar dalam mendidik
anak laki-laki menjadi laki yang dikuip dari tulisan S. Intan Savitri, Didiklah Anak Laki-laki Dengan Cara
Laki-Laki, www.ruangkeluarga.id, 19 November 2020 antara lain
Biasakan anak-anak terutama anak laki-laki menjadi
bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah
Sejak kecil, anak-anak laki-laki harus diajari untuk
menjadi solusi. Bukan menjadi masalah dalam kehidupan. Maka ajak anak
menemukan solusi atas masalah dirinya, sekaligus mengajak mencarikan solusi
atas masalah lain yang ada di sekitarnya. Ada banyak masalah yang ada dalam
kehidupan sehari-hari, ajak anak memikirkan solusi.
a. Biasakan mengerti
kesulitan orangtua dan memberikan pendapat
b. Biasakan
menghadapi masalah
c. Biasakan
melindungi yang lemah
d. Biasakan
mendahulukan orang lain daripada diri sendiri
e. Biasakan
merasa gagah dengan kesulitan yang dihadapi
f. Biasakan
mengenali emosi dirinya dan bagaimana mengelolanya dengan baik
Untuk itu mari kita muliakan dua momen dibulan Nopember ini yaitu Hari anak dan HGN sebagai wadah untuk kita mendidikd anak kita menjadi anak yang selalu dinginkan oleh orangtua masing-masing. Dan momen HGN ini sebagai wadah untuk menjadikan guru dengan sebenarnya guru.
# Selamat Hari Anak Sedunia dan Selama Hari Guru Nasional #
Tulisan yang sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasij
BalasHapusCasinos in Malta - Filmfile Europe
BalasHapusFind the best Casinos in Malta titanium metal trim including bonuses, filmfileeurope.com games, games and the history of kadangpintar games. We cover all https://septcasino.com/review/merit-casino/ the wooricasinos.info main reasons to visit Casinos in