KADO HARI IBU ADALAH NYAWA IBU
KADO HARI IBU ADALAH NYAWA IBU
(Refleksi Hari Ibu)
Oleh : Syukur
Wulakada
Guru SMP
Negeri 1 Nagawutung
Sejarah Hari Ibu
Dua Puluh Dua
Desember telah ditetapkan dan diresmikan sebagai hari ibu oleh presiden pertama
Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor
316 tahun 1953. Tepatnya pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia
1928. Hal ini untuk membangkitkan semangat para wanita Indonesia dalam meningkatkan
kesadaran berbangsa dan bernegara (Wikelpedia)
Berkaitan
dengan Hari Ibu, mungkin hampir semua agama berbeda pandangan. Sebagai contoh
agama Islam yang tidak memilih hari dan tanggal tertentu untuk peringatan hari
ibu karena islam menjadikan setiap hari dan setiap tanggal adalah hari dimana
anak wajib memuliakan ibunya. Namun demikian penetapan peringatan hari ibu
adalah salah satu bentuk penghargaan atas jasa seorang ibu dan memotivasi agar
kita senantiasa memuliakannya.
Kado Hari Ibu Adalah Nyawa Ibu
Sebuah kisah
yang diderita oleh Rahmat sekeluarga di hari bersejarah yaitu hari ibu. Dua puluh
dua desember setiap tahun selalu terlihat disetiap dinding facebook dan story
Whatsapp serta media sosial lainnya . Banyak facebooker sellau mengucapkan
selamat hari ibu. Baik melalui kata-kata maupun postingan berupa foto-foto
perempuan terhebat mereka yaitu ibu. Semuanya yang dilakukan ini merupakan
salah satu cara untuk mengenang jasa ibu dalam menghadirkan anak-anaknya
didunia ini.
Paginya
membaca disetiap dinding facebook milik teman-temanya yang bertuliskan “Selamat
Hari Ibu” ataupun sejenisnya. Bahkan hampir semua teman-temanya memposting
wajah ibu mereka dibaluti dengan sepenggal kalimat dalam memperingati hari ibu.
Namun di malam harinya Rahmat diberikan kado surprise oleh ibunya berupa nyawa
ibunya. Ibunya harus meninggal dan pergi untuk selamanya.
Bunga Telah Pergi
Bunga adalah
nama ibunda Rahmat dan beberapa saudaranya yang telah memberikan surprise untuk
mereka. Bukan hanya rahmat namun semua keluarga kaget dengan surprise. Dia
merupakan wanita tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga mereka, karena
telah ditinggal mati oleh suaminya beberapa tahun silam. Sosoknya ramah dan
selalu tersenyum serta familiar dan banyak dikenal oleh orang karena
pencahariannya. Pekerjaan beliau adalah bisnis kecil-kecilan untuk menghidupkan
keluarga mereka. Membeli ayam, membeli jeruk, membeli pisang dan lainnya pada
petani dan peternak dari kampung ke kampung yang bisa menghasilkan uang
kemudian menjual kembali di pasar.
Setiap kali menjual barang-barang tersebut, beliau harus rela tidur beralaskan lantai karena barang-barang tersebut belum selesai terjual. Maka harus bertahan sampai semuanya habis terjual baru kembali kekampung untuk mendatangkan lagi. Begitulah seterusnya ketika menjadi tulang punggung dalam keluarga. Namun disisi lain pekerjaan seperti ini sudah terbiasa baginya. Kini beliau harus pergi untuk selamnya di hari ibu. Jihadmu jaminannya Syurga-Nya Allah SWT. Semoga Amal Ibadahmu selama hidup dapat menjadi penyelamat di pengadilan-Nya Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar